DashboardPortal Materi Visual • Pengganti PowerPoint
Untag Banyuwangi
Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

PENGANTAR
ILMU SEJARAH

Portal ini dirancang khusus untuk menampilkan materi perkuliahan secara visual. Setiap pertemuan memiliki tampilan seperti slide 16:9, tetapi dapat dibaca dengan scroll atau dijalankan dalam Mode Presentasi langsung dari browser.

PKSJ02651252 SKSSemester ISahru Romadloni, M.Pd.
Logo Untag Banyuwangi

Konsep Web

Materi di web, sedangkan UTS/UAS/evaluasi tetap melalui SIAKAD.

14

Pertemuan materi visual

12

Bagian visual tiap pertemuan

16:9

Mode presentasi seperti slide

SIAKAD

UTS, UAS, dan evaluasi

Akses Akademik

Semua aktivitas penilaian tetap di portal resmi kampus.

UTS • UAS • Evaluasi

Web ini tidak menyimpan soal, nilai, maupun data mahasiswa. Tombol akademik langsung membuka SIAKAD Untag Banyuwangi.

Buka SIAKAD ↗
Identitas Mata Kuliah

PENGANTAR ILMU SEJARAH

Mata kuliah dasar yang membahas konsep, ruang lingkup, karakteristik sejarah sebagai ilmu, cara berpikir historis, metode dan sumber, ilmu bantu, nilai dan fungsi sejarah, etika akademik, serta karya sejarah sederhana.

Identitas

Kode
PKSJ0265125
Bobot
2 SKS
Semester
I
Program Studi
S1 Pendidikan Sejarah
Fakultas
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Perguruan Tinggi
Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
Dosen
Sahru Romadloni, M.Pd.

Strategi Pembelajaran

Orientasi konsep, diskusi terarah, case method, historical inquiry, source-based learning, analisis dokumen, kritik sumber, studi literatur, collaborative learning, presentasi, peer review, dan Project-Based Learning.

PjBL 20%UTS 20%UAS 20%Kehadiran/Aktivitas 20%Tugas Active Learning 20%

Materi Perkuliahan

Klik pertemuan untuk membuka paparan visual. Pertemuan 8 dan 16 membuka SIAKAD.

08
SIAKAD ↗

Ujian Tengah Semester

Evaluasi materi Pertemuan 1–7 melalui portal akademik.

16
SIAKAD ↗

Ujian Akhir Semester

Evaluasi komprehensif Pertemuan 9–15 melalui portal akademik.

UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 1Konsep, Definisi, Ruang Lingkup, dan Asal-Usul Istilah Sejarah
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 1

KONSEP, DEFINISI, RUANG LINGKUP, DAN ASAL-USUL ISTILAH SEJARAH

CPMK 1 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

sejarahhistorymasa laluperistiwamanusiaruangwaktuevidensi
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 1

01
Menjelaskan pengertian sejarah dari beberapa sudut pandang.
02
Mengidentifikasi asal-usul istilah sejarah dan padanan history.
03
Menjelaskan ruang lingkup kajian sejarah.
04
Membedakan masa lalu, peristiwa sejarah, dan pengetahuan sejarah.
03
Apersepsi
Ketika seseorang menyebut “sejarah Banyuwangi”, istilah sejarah dapat menunjuk pada peristiwa masa lalu, cerita tentang masa lalu, maupun kajian ilmiah mengenai masa lalu.
?
04
Materi Inti

SATU KATA, BEBERAPA MAKNA

01
Masa lalu & peristiwa
02
Cerita / narasi
03
Kajian ilmiah
04
Sumber & interpretasi
Sejarah tidak disamakan dengan semua hal yang telah berlalu.
05
Materi Inti

RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH

Objek sejarah tidak terbatas pada tokoh besar dan peristiwa negara.
06
Materi Inti

DARI MASA LALU MENJADI PENGETAHUAN

01
Masa lalu
02
Jejak
03
Sumber
04
Pemeriksaan
05
Interpretasi
06
Narasi sejarah
Pengetahuan sejarah dibangun dari jejak yang tersisa dan proses penafsiran yang dapat diuji.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Sejarah sebuah kampung di Banyuwangi dapat ditelusuri melalui nama tempat, foto lama, arsip desa, makam, cerita lisan, dan peta.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Unggahan media sosial menyatakan asal-usul nama suatu desa berdasarkan cerita keluarga tanpa sumber lain. Apakah dapat langsung disebut fakta sejarah?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Menyusun peta konsep pengertian sejarah.
02
Membuat pertanyaan 5W+1H untuk topik sejarah lokal.
03
Membedakan contoh masa lalu, sumber sejarah, dan pengetahuan sejarah.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Sejarah memiliki makna sebagai peristiwa, cerita, dan kajian ilmiah.
02Kajian sejarah berpusat pada pengalaman manusia dalam ruang dan waktu.
03Pengetahuan sejarah dibangun melalui sumber dan penafsiran yang dapat diuji.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apa perbedaan antara masa lalu dan sejarah?

• Mengapa tidak semua cerita lama otomatis menjadi fakta sejarah?

Quiz

  1. Jelaskan dua makna istilah sejarah.
  2. Apa ruang lingkup kajian sejarah?
  3. Mengapa sumber diperlukan untuk mengetahui masa lalu?
  4. Bedakan masa lalu, sumber, dan narasi sejarah.
  5. Berikan satu contoh topik sejarah lokal.
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 1

Buat peta konsep yang menghubungkan sejarah, manusia, ruang, waktu, sumber, fakta, interpretasi, dan historiografi.

Rujukan Utama

Kuntowijoyo (2013) — Pengantar Ilmu Sejarah
Tosh (2021) — The Pursuit of History
Howell & Prevenier (2001) — From Reliable Sources
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 2Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni; Fakta, Kebenaran, Objektivitas, dan Subjektivitas
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 2

SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU, DAN SENI; FAKTA, KEBENARAN, OBJEKTIVITAS, DAN SUBJEKTIVITAS

CPMK 1 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

peristiwakisahilmusenifaktakebenaranobjektivitassubjektivitas
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 2

01
Membedakan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni.
02
Menjelaskan konsep fakta dan kebenaran sejarah.
03
Menganalisis objektivitas dan subjektivitas dalam penulisan sejarah.
04
Menilai hubungan bukti, perspektif, dan narasi.
03
Apersepsi
Dua buku dapat menceritakan peristiwa yang sama tetapi menekankan tokoh, sebab, dan makna yang berbeda karena sumber, pertanyaan, dan perspektif yang digunakan berbeda.
?
04
Materi Inti

EMPAT DIMENSI SEJARAH

01
Peristiwa — apa yang berlangsung
02
Kisah — apa yang diceritakan
03
Ilmu — bagaimana diuji
04
Seni — bagaimana dikomunikasikan
Keempat dimensi saling berhubungan melalui sumber, metode, argumentasi, dan narasi.
05
Materi Inti

FAKTA DAN KEBENARAN SEJARAH

01
Jejak masa lalu
02
Konteks
03
Pertanyaan
04
Verifikasi
05
Klaim / fakta
06
Uji ulang
Fakta tidak sekadar data mentah; kebenaran sejarah terbuka terhadap pengujian ulang.
06
Materi Inti

OBJEKTIVITAS DAN SUBJEKTIVITAS

SUBJEKTIVITAS

  • Pemilihan topik
  • Pertanyaan
  • Sumber
  • Fokus
  • Interpretasi

OBJEKTIVITAS

  • Kritik sumber
  • Perbandingan bukti
  • Transparansi metode
  • Keterbukaan terhadap koreksi
Objektivitas lebih tepat dipahami sebagai disiplin akademik untuk mengendalikan bias.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Bandingkan dua narasi tentang satu peristiwa lokal: narasi pemerintah daerah dan narasi komunitas. Identifikasi fakta yang sama, perbedaan fakta, sudut pandang, dan sumber.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Video populer menggunakan dramatisasi dan dialog rekaan tanpa penanda bahwa sebagian adegan adalah rekonstruksi. Di mana batas sejarah sebagai seni dan tuntutan akurasi?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Membuat tabel peristiwa–kisah–ilmu–seni.
02
Menganalisis satu teks sejarah populer.
03
Latihan sourcing dan corroboration sederhana.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Sejarah dapat dipahami sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni.
02Fakta sejarah dibangun melalui sumber dan konteks.
03Objektivitas dicapai melalui disiplin metode, bukan ketiadaan perspektif.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apakah sejarawan dapat sepenuhnya bebas dari perspektif?

• Kapan unsur seni dalam penulisan sejarah menjadi masalah?

Quiz

  1. Bedakan sejarah sebagai peristiwa dan kisah.
  2. Mengapa fakta sejarah membutuhkan konteks?
  3. Apa arti objektivitas?
  4. Sebutkan sumber subjektivitas.
  5. Apa fungsi corroboration?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 2

Analisis dua narasi tentang peristiwa yang sama dan tuliskan persamaan fakta, perbedaan perspektif, serta kualitas sumbernya.

Rujukan Utama

Kuntowijoyo (2013)
Howell & Prevenier (2001)
Wineburg (1991)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 3Karakteristik Sejarah sebagai Ilmu serta Perkembangan dan Permasalahannya
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 3

KARAKTERISTIK SEJARAH SEBAGAI ILMU SERTA PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHANNYA

CPMK 1 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

ilmu sejarahunikdiakronikempirisinterpretatifgeneralisasisumber
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 3

01
Menjelaskan karakteristik sejarah sebagai ilmu.
02
Menganalisis sifat unik, diakronik, empiris, dan interpretatif.
03
Menjelaskan perkembangan tema dan metode sejarah.
04
Mengidentifikasi persoalan keterbatasan sumber dan generalisasi.
03
Apersepsi
Sejarah disebut ilmu walaupun masa lalu tidak dapat diulang di laboratorium. Jika peristiwanya sudah berlalu, apa yang membuat pengetahuan sejarah tetap ilmiah?
?
04
Materi Inti

KARAKTERISTIK ILMIAH SEJARAH

01
Sistematis
02
Berbasis bukti
03
Memiliki metode
04
Sumber dapat diperiksa
Sejarah memiliki objek, masalah, konsep, metode, dan prosedur pengujian sumber.
05
Materi Inti

UNIK, DIAKRONIK, EMPIRIS, INTERPRETATIF

01
Keunikan peristiwa
02
Perubahan sepanjang waktu
03
Jejak sebagai dasar empiris
04
Interpretasi memberi makna
Sejarah memperhatikan proses dan konteks, bukan hanya pola umum.
06
Materi Inti

KETERBATASAN SUMBER & SEJARAH DIGITAL

01
Tidak semua pengalaman meninggalkan jejak
02
Tidak semua jejak bertahan
03
Arsip tidak mewakili semua kelompok
04
Sumber digital menambah akses dan disinformasi
Kesimpulan sejarah harus menyatakan batas bukti secara jujur.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Sejarah kesehatan di Banyuwangi dapat memakai arsip pemerintah, surat kabar, statistik, wawancara, foto, dan ingatan keluarga; setiap sumber mempunyai kekuatan dan keterbatasan.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Penelitian hanya memakai arsip pemerintah kolonial untuk menjelaskan kehidupan masyarakat lokal. Apa risiko metodologisnya dan bagaimana memperluas bukti?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Membuat daftar karakteristik ilmu sejarah.
02
Menganalisis bias keterwakilan sumber.
03
Mendiskusikan tantangan sejarah digital.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Sejarah ilmiah karena menggunakan metode dan bukti yang dapat diperiksa.
02Sejarah bersifat diakronik, kontekstual, empiris, dan interpretatif.
03Perkembangan sejarah memperluas tema dan jenis sumber.
04Keterbatasan sumber harus diakui.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Mengapa ketiadaan sumber tidak selalu berarti peristiwa tidak terjadi?

• Bagaimana sumber digital mengubah kerja sejarawan?

Quiz

  1. Apa karakteristik sejarah sebagai ilmu?
  2. Jelaskan diakronik.
  3. Apa masalah keterbatasan sumber?
  4. Mengapa historiografi berkembang?
  5. Apa tantangan sumber digital?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 3

Susun matriks karakteristik sejarah sebagai ilmu beserta contoh dan permasalahan metodologis tiap karakteristik.

Rujukan Utama

Kuntowijoyo (2013)
Schulte Nordholt, Purwanto, & Saptari (2008)
Suwignyo (2018)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 4Sejarah, Ilmu Sosial, Ilmu Kemanusiaan, dan Sastra
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 4

SEJARAH, ILMU SOSIAL, ILMU KEMANUSIAAN, DAN SASTRA

CPMK 2 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

ilmu sosialhumaniorasastrainterdisiplinermultidimensionalmetodologi
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 4

01
Membandingkan sejarah dengan ilmu sosial.
02
Menjelaskan hubungan sejarah dengan ilmu kemanusiaan.
03
Membedakan narasi sejarah dan karya sastra.
04
Menerapkan pendekatan interdisipliner pada topik sejarah.
03
Apersepsi
Sejarah kemiskinan tidak cukup dijelaskan dengan urutan peristiwa. Sejarawan dapat memerlukan konsep kelas sosial, ekonomi, demografi, antropologi, dan budaya.
?
04
Materi Inti

SEJARAH DAN ILMU SOSIAL

SEJARAH

  • Proses & perubahan
  • Kerangka waktu
  • Kritik sumber

ILMU SOSIAL

  • Struktur & pola
  • Konsep sosial
  • Analisis multidimensional
Keduanya saling melengkapi; sejarah tetap menjaga kronologi dan evidensi.
05
Materi Inti

SEJARAH DAN HUMANIORA

SEJARAH
01
Filsafat
02
Sastra
03
Linguistik
04
Kajian budaya
05
Sejarah budaya
06
Sejarah pemikiran
Humaniora membantu membaca makna, simbol, bahasa, nilai, dan pengalaman manusia.
06
Materi Inti

SEJARAH DAN SASTRA

SEJARAH

  • Tokoh harus dapat ditelusuri
  • Waktu & peristiwa berbasis sumber
  • Kewajiban evidensial

SASTRA

  • Kebebasan imajinatif lebih luas
  • Narasi dan konflik dapat direka
  • Tidak wajib merekonstruksi fakta
Unsur sastra boleh membantu gaya penulisan sejarah, tetapi tidak boleh menyamarkan fiksi sebagai fakta.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Kajian sejarah perkebunan dapat menggabungkan arsip perusahaan, konsep ekonomi, struktur sosial tenaga kerja, antropologi komunitas, dan sastra lokal sebagai representasi budaya.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Novel sejarah dipakai sebagai satu-satunya sumber untuk menyimpulkan kondisi masyarakat pada masa tertentu. Apakah tepat? Bagaimana menempatkannya sebagai sumber?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Membuat matriks perbandingan disiplin.
02
Menganalisis topik dengan pendekatan multidimensional.
03
Diskusi tentang sastra sebagai sumber dan karya imajinatif.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Ilmu sosial membantu memperdalam eksplanasi sejarah.
02Humaniora memperkaya analisis makna dan pengalaman.
03Sastra dapat menjadi sumber atau bentuk narasi, tetapi tidak menggantikan kewajiban evidensial.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apa risiko meminjam teori tanpa memahami konteks sejarah?

• Bagaimana menggunakan novel sebagai sumber sejarah?

Quiz

  1. Apa fungsi ilmu sosial dalam sejarah?
  2. Sebutkan contoh pendekatan interdisipliner.
  3. Apa perbedaan sejarah dan sastra?
  4. Mengapa konteks waktu penting?
  5. Berikan topik sejarah multidimensional.
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 4

Buat matriks perbandingan sejarah, sosiologi, antropologi, dan sastra pada satu topik yang sama.

Rujukan Utama

Kartodirdjo (1992)
Kuntowijoyo (2013)
Schulte Nordholt et al. (2008)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 5Cara Berpikir Sejarah: Kronologi, Diakronik-Sinkronik, Perubahan, Kausalitas, dan Eksplanasi
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 5

CARA BERPIKIR SEJARAH: KRONOLOGI, DIAKRONIK-SINKRONIK, PERUBAHAN, KAUSALITAS, DAN EKSPLANASI

CPMK 2 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

kronologidiakroniksinkronikperubahankesinambungankausalitaseksplanasi
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 5

01
Menerapkan kronologi dan konsep diakronik-sinkronik.
02
Menganalisis perubahan dan kesinambungan.
03
Membedakan sebab, kondisi, pemicu, dan akibat.
04
Menyusun eksplanasi sejarah berbasis bukti.
03
Apersepsi
Peristiwa sejarah hampir tidak pernah memiliki satu sebab. Kerusuhan, migrasi, perubahan pendidikan, atau kemunculan organisasi biasanya terbentuk oleh kombinasi faktor jangka panjang dan jangka pendek.
?
04
Materi Inti

KRONOLOGI DAN DIAKRONIK-SINKRONIK

01
Urutkan waktu
02
Telusuri perubahan
03
Dalami struktur pada satu periode
04
Hubungkan proses dan konteks
Kronologi merupakan fondasi, tetapi perlu dilengkapi analisis.
05
Materi Inti

PERUBAHAN DAN KESINAMBUNGAN

PERUBAHAN

  • Apa yang berubah?
  • Kapan berubah?
  • Siapa yang mengalami?

KESINAMBUNGAN

  • Apa yang bertahan?
  • Mengapa bertahan?
  • Siapa yang mempertahankan?
Perubahan dan kesinambungan dapat berlangsung bersamaan.
06
Materi Inti

KAUSALITAS DAN EKSPLANASI

01
Sebab struktural
02
Kondisi pendukung
03
Pemicu
04
Tindakan pelaku
05
Akibat jangka pendek
06
Akibat jangka panjang
Eksplanasi yang baik menunjukkan mekanisme hubungan dan menguji alternatif penjelasan.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Perubahan pariwisata sejarah di Banyuwangi dapat dianalisis melalui kebijakan, infrastruktur, media digital, ekonomi lokal, dan inisiatif komunitas.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Tulisan menyatakan “kolonialisme terjadi karena bangsa Eropa ingin rempah-rempah”. Evaluasi apakah penjelasan tersebut cukup dan susun faktor lain yang perlu dianalisis.

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Menyusun timeline analitis.
02
Membuat peta sebab-akibat.
03
Membandingkan dua eksplanasi terhadap peristiwa yang sama.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Kronologi perlu dilengkapi analisis.
02Perubahan dan kesinambungan dapat berlangsung bersama.
03Kausalitas sejarah bersifat kompleks dan perlu dibuktikan.
04Eksplanasi harus mempertimbangkan alternatif.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Mengapa sebab tunggal sering tidak cukup?

• Apakah semua perubahan berarti kemajuan?

Quiz

  1. Apa fungsi kronologi?
  2. Bedakan diakronik dan sinkronik.
  3. Apa yang dimaksud kesinambungan?
  4. Bedakan sebab struktural dan pemicu.
  5. Apa ciri eksplanasi yang baik?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 5

Analisis satu peristiwa menggunakan timeline, perubahan-kesinambungan, dan peta kausalitas minimal empat faktor.

Rujukan Utama

Tosh (2021)
Popa (2022)
Kuntowijoyo (2013)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 6Perspektif, Tema, dan Pengantar Historiografi
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 6

PERSPEKTIF, TEMA, DAN PENGANTAR HISTORIOGRAFI

CPMK 2 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

perspektiftemahistoriografinarasiIndonesiasentrismultiethnic
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 6

01
Menjelaskan arti perspektif dalam penulisan sejarah.
02
Mengidentifikasi tema-tema historiografi.
03
Menganalisis hubungan perspektif, sumber, dan narasi.
04
Membandingkan historiografi dengan fokus berbeda.
03
Apersepsi
Satu peristiwa dapat ditulis dari perspektif negara, masyarakat, perempuan, pekerja, komunitas lokal, atau lingkungan. Pilihan perspektif mengubah pertanyaan dan sumber yang dianggap penting.
?
04
Materi Inti

PERSPEKTIF DALAM SEJARAH

SEJARAH
01
Masalah
02
Pertanyaan
03
Sumber
04
Aktor
05
Fokus
06
Narasi
Perspektif perlu dinyatakan dan diuji terhadap bukti.
05
Materi Inti

TEMA HISTORIOGRAFI

Perluasan tema membuka ruang bagi kelompok dan pengalaman yang sebelumnya kurang terwakili.
06
Materi Inti

NARASI INDONESIA YANG MAJEMUK

RISIKO

  • Narasi terlalu tunggal
  • Kelompok tertentu hilang
  • Pengalaman diseragamkan

TUJUAN

  • Multiperspektif
  • Pengalaman beragam
  • Penjelasan tetap koheren
Multiperspektif membantu memahami masyarakat majemuk tanpa kehilangan hubungan kebangsaan.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Sejarah perkotaan Banyuwangi dapat ditulis dari perspektif pemerintah, pedagang, buruh, komunitas Osing, migran, perempuan, atau perubahan lingkungan.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Buku pelajaran hanya menampilkan peran tokoh elite dalam peristiwa nasional. Apa dampaknya dan bagaimana memperluas perspektif?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Membandingkan dua tulisan sejarah.
02
Mengidentifikasi perspektif dan kelompok yang absen.
03
Merancang tema alternatif sejarah lokal.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Perspektif memengaruhi pertanyaan, sumber, dan fokus.
02Historiografi berkembang menuju tema yang lebih beragam.
03Multiperspektif membantu memahami masyarakat majemuk.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apakah satu narasi nasional harus menghapus perbedaan pengalaman?

• Kelompok apa yang sering tidak terlihat dalam sumber resmi?

Quiz

  1. Apa yang dimaksud perspektif?
  2. Sebutkan tema historiografi.
  3. Apa fungsi multiperspektif?
  4. Mengapa posisi penulis penting?
  5. Berikan contoh tema sejarah lokal.
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 6

Bandingkan dua tulisan bertema sama dan analisis perspektif, sumber, aktor, serta kesimpulan masing-masing.

Rujukan Utama

Schulte Nordholt et al. (2008)
Wineburg (1991)
Purwanta (2022)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 7Periodisasi dan Pembabakan Sejarah
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 7

PERIODISASI DAN PEMBABAKAN SEJARAH

CPMK 2 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

periodisasikronologipembabakanturning pointkontinuitasinterpretasi
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 7

01
Menjelaskan fungsi periodisasi.
02
Mengidentifikasi dasar pembabakan sejarah.
03
Menganalisis kekuatan dan keterbatasan periodisasi.
04
Menyusun periodisasi berdasarkan kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan.
03
Apersepsi
Pembagian sejarah menjadi “kolonial”, “kemerdekaan”, atau “reformasi” memudahkan pembelajaran, tetapi batas periode adalah hasil pilihan analitis; masyarakat tidak selalu berubah tepat pada satu tanggal.
?
04
Materi Inti

KRONOLOGI ≠ PERIODISASI

KRONOLOGI

  • Menata urutan waktu
  • Menjawab kapan terjadi

PERIODISASI

  • Memberi batas & karakter
  • Menjelaskan babak perubahan
Periodisasi membantu mengorganisasi rentang waktu panjang.
05
Materi Inti

DASAR PEMBABAKAN

01
Politik
02
Ekonomi
03
Sosial
04
Budaya
05
Teknologi
06
Kombinasi faktor
Kriteria harus sesuai pertanyaan penelitian.
06
Materi Inti

RISIKO PERIODISASI

01
Perubahan tampak terlalu rapi
02
Kesinambungan dapat tertutup
03
Perbedaan wilayah terabaikan
04
Pengalaman kelompok diseragamkan
Batas periode perlu dijelaskan beserta keterbatasannya.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Sejarah pariwisata Banyuwangi dapat diperiodekan menurut perubahan kebijakan daerah, pembangunan infrastruktur, atau transformasi digital; masing-masing menghasilkan batas berbeda.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Mahasiswa menggunakan periodisasi politik nasional untuk penelitian sejarah sekolah lokal tanpa menjelaskan relevansinya. Evaluasi pilihan tersebut.

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Membandingkan tiga model periodisasi.
02
Menyusun periodisasi topik lokal.
03
Peer review alasan batas periode.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Periodisasi membantu mengorganisasi proses sejarah.
02Batas periode adalah pilihan analitis.
03Kriteria harus sesuai masalah penelitian.
04Pembabakan perlu menyatakan keterbatasannya.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Mengapa batas periode tidak selalu sama untuk semua tema?

• Apa risiko periodisasi yang terlalu kaku?

Quiz

  1. Apa fungsi periodisasi?
  2. Bedakan kronologi dan periodisasi.
  3. Apa itu titik balik?
  4. Sebutkan dasar pembabakan.
  5. Mengapa periodisasi harus dijelaskan?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 7

Susun periodisasi satu topik sejarah lokal, lengkap dengan dasar pembabakan dan alasan setiap batas periode.

Rujukan Utama

Kuntowijoyo (2013)
Modul Pengantar Ilmu Sejarah — Bab 7
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 9Metode Sejarah: Heuristik, Kritik/Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 9

METODE SEJARAH: HEURISTIK, KRITIK/VERIFIKASI, INTERPRETASI, DAN HISTORIOGRAFI

CPMK 3 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

heuristikkritikverifikasiinterpretasihistoriografimetode sejarah
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 9

01
Menjelaskan tahapan metode sejarah.
02
Menerapkan heuristik untuk penelusuran sumber.
03
Menjelaskan fungsi kritik dan interpretasi.
04
Menyusun alur penelitian sejarah sederhana.
03
Apersepsi
Penelitian sejarah tidak dimulai dari menulis cerita. Peneliti merumuskan masalah, menelusuri sumber, memeriksa kualitas bukti, menafsirkan hubungan antarfakta, lalu menyusun tulisan.
?
04
Materi Inti

ALUR METODE SEJARAH

01
Masalah
02
Heuristik
03
Kritik / verifikasi
04
Interpretasi
05
Historiografi
Tahapan saling berkaitan dan dapat bersifat iteratif.
05
Materi Inti

HEURISTIK DAN KRITIK

HEURISTIK

  • Perpustakaan
  • Arsip
  • Museum
  • Katalog daring
  • Wawancara

KRITIK

  • Autentisitas
  • Kredibilitas
  • Konteks
  • Bias
  • Perbandingan
Sumber harus dinilai, bukan sekadar dikumpulkan.
06
Materi Inti

INTERPRETASI DAN HISTORIOGRAFI

01
Hubungkan fakta
02
Pertimbangkan kronologi
03
Analisis kausalitas
04
Periksa perspektif
05
Tulis & komunikasikan
06
Kembali mencari sumber bila ada celah
Interpretasi menghubungkan fakta menjadi penjelasan; historiografi mengomunikasikan hasil.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Penelitian sejarah keluarga dapat memulai heuristik dari kartu keluarga lama, foto, ijazah, surat, wawancara, dan arsip desa; setiap sumber kemudian diverifikasi dan dibandingkan.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Mahasiswa sudah menulis kesimpulan sebelum menemukan sumber dan hanya mencari bukti yang mendukung pendapat awal. Apa masalah metodologisnya?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Menyusun flowchart metode sejarah.
02
Simulasi penelusuran katalog.
03
Menganalisis hubungan heuristik–kritik–interpretasi.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Metode sejarah meliputi heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
02Sumber harus dinilai sebelum digunakan.
03Interpretasi dapat membawa peneliti kembali ke tahap pencarian sumber.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Mengapa penelitian tidak boleh dimulai dari kesimpulan?

• Kapan peneliti perlu kembali ke tahap heuristik?

Quiz

  1. Apa fungsi heuristik?
  2. Bedakan kritik eksternal dan internal.
  3. Apa tujuan verifikasi?
  4. Apa fungsi interpretasi?
  5. Mengapa proses metode sejarah dapat bersifat iteratif?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 9

Susun alur metode sejarah untuk satu topik penelitian sederhana.

Rujukan Utama

Lohanda (2011)
Howell & Prevenier (2001)
Kuntowijoyo (2013)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 10Jenis dan Penggunaan Sumber Sejarah
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 10

JENIS DAN PENGGUNAAN SUMBER SEJARAH

CPMK 3 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

sumber primersekunderarsiplisanbendavisualaudiovisualdigital
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 10

01
Membedakan sumber primer dan sekunder.
02
Mengklasifikasikan sumber tertulis, lisan, benda, visual, audiovisual, dan digital.
03
Menilai relevansi sumber terhadap pertanyaan penelitian.
04
Menggunakan sumber digital secara kritis.
03
Apersepsi
Foto lama dapat menjadi sumber primer untuk satu penelitian tetapi berfungsi berbeda pada penelitian lain. Klasifikasi sumber tidak cukup berdasarkan bentuk; hubungan sumber dengan peristiwa dan pertanyaan penelitian juga penting.
?
04
Materi Inti

PRIMER DAN SEKUNDER BERSIFAT RELASIONAL

PRIMER

  • Kedekatan tertentu dengan peristiwa/proses
  • Dapat berupa memoar, arsip, wawancara, foto

SEKUNDER

  • Kajian atau penjelasan yang disusun kemudian
  • Membantu konteks dan historiografi
Sebuah memoar dapat primer untuk studi ingatan tetapi harus diperlakukan berbeda untuk rekonstruksi fakta.
05
Materi Inti

KERAGAMAN BENTUK SUMBER

Setiap bentuk sumber memerlukan teknik pembacaan dan kritik yang sesuai.
06
Materi Inti

SUMBER DIGITAL: AKSES + RISIKO

01
Periksa provenance
02
Cek domain/institusi
03
Baca metadata
04
Bandingkan versi
05
Lakukan verifikasi lateral
06
Catat dan sitasi tautan
Ketersediaan digital memperluas akses sekaligus menambah tantangan verifikasi.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Satu foto pasar lama dapat dianalisis bersama peta, iklan surat kabar, wawancara pedagang, dan arsip pemerintah untuk membangun gambaran yang lebih kuat.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Gambar sejarah ditemukan melalui mesin pencari tanpa keterangan asal. Bolehkah digunakan sebagai bukti? Susun langkah verifikasinya.

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Mengklasifikasikan kumpulan sumber.
02
Latihan reverse source tracing berdasarkan metadata.
03
Menyusun inventaris sumber topik lokal.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Primer dan sekunder ditentukan oleh hubungan dengan pertanyaan penelitian.
02Bentuk sumber beragam dan membutuhkan teknik berbeda.
03Sumber digital memperluas akses sekaligus menambah tantangan verifikasi.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apakah sumber primer selalu lebih benar daripada sumber sekunder?

• Apa risiko menggunakan gambar tanpa metadata?

Quiz

  1. Bedakan sumber primer dan sekunder.
  2. Sebutkan enam bentuk sumber.
  3. Apa arti provenance?
  4. Mengapa sumber digital perlu diverifikasi?
  5. Berikan contoh sumber lisan.
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 10

Susun inventaris minimal 10 sumber untuk topik sejarah lokal dan jelaskan klasifikasi, relevansi, serta cara verifikasinya.

Rujukan Utama

Lohanda (2011)
Widiadi, Sheehan, & Shep (2022)
Suwignyo (2018)
Howell & Prevenier (2001)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 11Kritik Eksternal, Kritik Internal, dan Evaluasi Kredibilitas Sumber
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 11

KRITIK EKSTERNAL, KRITIK INTERNAL, DAN EVALUASI KREDIBILITAS SUMBER

CPMK 3 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

kritik eksternalkritik internalautentisitaskredibilitaskontekscorroboration
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 11

01
Melakukan kritik eksternal terhadap sumber.
02
Melakukan kritik internal terhadap isi sumber.
03
Mengevaluasi kredibilitas, autentisitas, konteks, dan relevansi.
04
Menerapkan corroboration antarsumber.
03
Apersepsi
Sebuah dokumen dapat asli tetapi isinya tidak akurat; sebaliknya sebuah salinan dapat memuat informasi yang benar. Kritik eksternal dan internal menjawab pertanyaan yang berbeda.
?
04
Materi Inti

KRITIK EKSTERNAL VS INTERNAL

EKSTERNAL

  • Siapa pembuatnya?
  • Kapan dibuat?
  • Bahan/format?
  • Asal koleksi?
  • Ada perubahan?

INTERNAL

  • Kompetensi penulis
  • Posisi terhadap peristiwa
  • Tujuan & audiens
  • Kepentingan / bias
  • Konsistensi isi
Yang satu menilai identitas/autentisitas; yang lain menilai kredibilitas isi.
05
Materi Inti

MEMERIKSA SUMBER DIGITAL

01
Metadata
02
Domain
03
Versi file
04
Jejak pengunggah
05
Institusi penyimpan
06
Provenance
Logo resmi saja tidak cukup untuk membuktikan autentisitas.
06
Materi Inti

SOURCING • CONTEXTUALIZATION • CORROBORATION

SEJARAH
01
Siapa membuat?
02
Kapan dan untuk siapa?
03
Dalam konteks apa?
04
Apa tujuan sumber?
05
Apa kata sumber lain?
06
Apakah sumber independen?
Verifikasi bukan sekadar menghitung jumlah sumber yang setuju.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Berita koran dan laporan pemerintah tentang peristiwa yang sama dapat berbeda angka dan penilaian; kritik internal membantu menjelaskan perbedaannya.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Dokumen digital berlogo resmi beredar di media sosial tetapi tidak ditemukan di situs lembaga. Apa langkah sebelum mengutipnya?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Kritik eksternal terhadap foto/dokumen.
02
Kritik internal terhadap berita.
03
Latihan triangulasi tiga sumber.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Kritik eksternal menilai autentisitas dan identitas sumber.
02Kritik internal menilai kredibilitas isi.
03Bias sumber perlu dianalisis, bukan sekadar dibuang.
04Corroboration memperkuat atau menguji klaim.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Bisakah sumber yang bias tetap berguna?

• Apa bedanya sumber asli dan sumber kredibel?

Quiz

  1. Apa tujuan kritik eksternal?
  2. Apa tujuan kritik internal?
  3. Apa itu corroboration?
  4. Apa fungsi konteks?
  5. Bagaimana memeriksa dokumen digital?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 11

Lakukan kritik eksternal dan internal terhadap dua sumber berbeda dan tuliskan keputusan penggunaan masing-masing.

Rujukan Utama

Howell & Prevenier (2001)
Lohanda (2011)
Wineburg (1991)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 12Ilmu-Ilmu Bantu Sejarah
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 12

ILMU-ILMU BANTU SEJARAH

CPMK 3 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

ilmu bantuarsiparkeologipaleografinumismatikantropologisosiologigeografi
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 12

01
Menjelaskan pengertian ilmu bantu sejarah.
02
Mengidentifikasi ilmu bantu yang relevan untuk berbagai jenis sumber.
03
Memilih ilmu bantu sesuai masalah penelitian.
04
Mengintegrasikan ilmu bantu tanpa kehilangan kerangka historis.
03
Apersepsi
Tulisan pada batu nisan tua, cap pada surat, pola permukiman, atau perubahan demografi memerlukan pengetahuan tambahan agar dapat ditafsirkan dengan tepat.
?
04
Materi Inti

ILMU BANTU MEMBANTU MEMBACA SUMBER

SEJARAH
01
Masalah sejarah
02
Jenis sumber
03
Teknik khusus
04
Konteks
05
Interpretasi
Pemilihan ilmu bantu harus mengikuti masalah dan sumber, bukan sekadar menambah istilah.
05
Materi Inti

MATERIAL & TEKS

Keahlian ini membantu menilai autentisitas, isi, dan konteks sumber material maupun tekstual.
06
Materi Inti

ILMU SOSIAL & TEKNOLOGI

01
Sosiologi
02
Antropologi
03
Ekonomi
04
Geografi
05
Demografi
06
Ilmu politik
07
GIS
08
Basis data
09
Pengolahan gambar
10
Arsip digital
Pendekatan interdisipliner tetap harus mempertahankan dimensi waktu dan konteks historis.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Sejarah permukiman dapat menggunakan peta, GIS, data kependudukan, arsip pertanahan, wawancara, dan konsep antropologi ruang.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Mahasiswa menggunakan teori sosiologi secara dominan tetapi hampir tidak menelusuri perubahan waktu. Apakah penelitian tersebut masih historis?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Mencocokkan jenis sumber dengan ilmu bantu.
02
Mendesain kombinasi ilmu bantu untuk topik lokal.
03
Diskusi batas interdisipliner.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Ilmu bantu membantu membaca dan menafsirkan sumber.
02Jenis ilmu bantu dipilih sesuai masalah dan sumber.
03Pendekatan interdisipliner tetap harus mempertahankan dimensi historis.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Kapan ilmu bantu menjadi terlalu dominan?

• Teknologi apa yang paling relevan bagi penelitian sejarah lokal?

Quiz

  1. Apa itu ilmu bantu sejarah?
  2. Sebutkan lima ilmu bantu.
  3. Apa fungsi paleografi?
  4. Bagaimana GIS dapat membantu sejarah?
  5. Mengapa pemilihan ilmu bantu harus selektif?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 12

Pilih tiga topik penelitian sejarah dan tentukan ilmu bantu, sumber, serta kontribusi masing-masing.

Rujukan Utama

Kartodirdjo (1992)
Kuntowijoyo (2013)
Suwignyo (2018)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 13Nilai, Fungsi, Kegunaan, dan Kesadaran Sejarah
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 13

NILAI, FUNGSI, KEGUNAAN, DAN KESADARAN SEJARAH

CPMK 1–2 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

fungsi sejarahpendidikankesadaran sejarahidentitasnasionalismemakna
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 13

01
Menjelaskan nilai dan fungsi sejarah.
02
Menganalisis hubungan sejarah dengan pendidikan.
03
Menjelaskan konsep kesadaran sejarah.
04
Mengevaluasi hubungan sejarah, identitas, dan nasionalisme secara kritis.
03
Apersepsi
Sejarah sering disebut “guru kehidupan”, tetapi ungkapan itu menjadi klise jika tidak dijelaskan bagaimana masa lalu digunakan untuk memahami masa kini tanpa memaksakan analogi.
?
04
Materi Inti

NILAI DAN FUNGSI SEJARAH

01
Pendidikan
02
Inspiratif
03
Rekreatif
04
Instruktif
Fungsi sejarah tidak muncul otomatis; kualitasnya bergantung pada cara sejarah dipelajari dan digunakan.
05
Materi Inti

HISTORICAL CONSCIOUSNESS

01
Masa lalu
02
Pemaknaan
03
Masa kini
04
Orientasi
05
Masa depan
Kesadaran sejarah menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan; bukan sekadar menghafal tanggal.
06
Materi Inti

IDENTITAS & NASIONALISME KRITIS

RISIKO

  • Narasi tunggal
  • Kelompok minoritas hilang
  • Risiko indoktrinasi

NASIONALISME KRITIS

  • Narasi inklusif
  • Mengakui keberagaman
  • Bangga sekaligus kritis
Tujuannya bukan menutupi konflik, tetapi membangun pemahaman bersama yang lebih dewasa.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Pembelajaran sejarah lokal dapat menghubungkan kisah komunitas dengan perubahan nasional tanpa menjadikan satu identitas sebagai satu-satunya representasi daerah.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Buku ajar menghilangkan konflik dan pengalaman kelompok minoritas agar narasi tampak harmonis. Apakah cara tersebut memperkuat nasionalisme?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Menyusun esai fungsi sejarah.
02
Menganalisis konsep kesadaran sejarah.
03
Diskusi nasionalisme kritis.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Fungsi sejarah mencakup pendidikan, orientasi, inspirasi, dan pemahaman.
02Kesadaran sejarah menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
03Pendidikan sejarah perlu membangun nasionalisme yang kritis dan inklusif.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apakah sejarah harus selalu memberi teladan?

• Bagaimana membedakan pendidikan kebangsaan dan indoktrinasi?

Quiz

  1. Sebutkan fungsi sejarah.
  2. Apa itu historical consciousness?
  3. Apa hubungan sejarah dan identitas?
  4. Apa risiko narasi tunggal?
  5. Jelaskan nasionalisme kritis.
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 13

Tulis esai 1.000 kata tentang fungsi sejarah bagi pendidikan dan kesadaran kebangsaan dengan minimal tiga sumber akademik.

Rujukan Utama

Kuntowijoyo (2013)
Popa (2022)
Purnomo et al. (2024)
Purwanta (2022)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 14Etika Akademik, Integritas Ilmiah, Sitasi, dan Pencegahan Plagiasi
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 14

ETIKA AKADEMIK, INTEGRITAS ILMIAH, SITASI, DAN PENCEGAHAN PLAGIASI

CPMK 1, CPMK 4 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

etika akademikintegritassitasiplagiasiatribusiinformed consent
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 14

01
Menjelaskan prinsip etika akademik dalam kajian sejarah.
02
Membedakan kutipan, parafrasa, dan plagiasi.
03
Menerapkan sitasi dan daftar pustaka secara konsisten.
04
Menjelaskan etika penggunaan sumber lisan, foto, arsip, dan sumber digital.
03
Apersepsi
Sejarah sangat bergantung pada karya dan sumber orang lain. Kesalahan mencantumkan sumber bukan hanya persoalan format; dapat menghilangkan jejak pengetahuan dan merugikan pemilik informasi.
?
04
Materi Inti

INTEGRITAS ILMIAH

01
Jujur terhadap sumber
02
Tidak mengubah bukti
03
Tidak menutup bukti yang bertentangan tanpa alasan
04
Tidak mengklaim gagasan orang lain
Keterlacakan sumber adalah dasar akuntabilitas ilmiah.
05
Materi Inti

KUTIPAN • PARAFRASA • PLAGIASI

PRAKTIK BENAR

  • Kutipan langsung sesuai sumber
  • Parafrasa dengan bahasa sendiri + sitasi
  • Metadata diperiksa

PLAGIASI

  • Salin-tempel tanpa sumber
  • Parafrasa terlalu dekat
  • Gambar tanpa atribusi
  • Struktur argumen diambil tanpa pengakuan
Perangkat referensi membantu, tetapi mahasiswa tetap bertanggung jawab atas akurasi metadata.
06
Materi Inti

ETIKA SUMBER LISAN & DIGITAL

01
Persetujuan narasumber
02
Jelaskan tujuan
03
Jaga privasi
04
Hati-hati informasi sensitif
05
Catat URL & institusi
06
Simpan metadata
Foto keluarga dan dokumen pribadi juga memerlukan penghormatan terhadap hak pemilik.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Mahasiswa mengambil foto arsip dari media sosial, memotong watermark, lalu memasukkannya ke tugas tanpa sumber. Praktik ini bermasalah dari aspek atribusi, autentisitas, dan etika.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Narasumber meminta bagian tertentu wawancara tidak dipublikasikan setelah wawancara selesai. Bagaimana seharusnya peneliti merespons?

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Latihan kutipan dan parafrasa.
02
Audit sitasi satu halaman tulisan.
03
Simulasi lembar persetujuan wawancara.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Integritas ilmiah menuntut kejujuran terhadap bukti dan sumber.
02Sitasi menjaga keterlacakan pengetahuan.
03Plagiasi tidak terbatas pada salin-tempel teks.
04Sumber lisan dan digital memerlukan tanggung jawab etis.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Mengapa sitasi merupakan bagian dari metode, bukan hanya format?

• Apa yang harus dilakukan jika sumber penting menimbulkan risiko bagi narasumber?

Quiz

  1. Apa itu integritas ilmiah?
  2. Bedakan kutipan dan parafrasa.
  3. Sebutkan bentuk plagiasi.
  4. Apa etika wawancara?
  5. Apa yang perlu dicatat dari sumber digital?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 14

Perbaiki satu contoh tulisan yang bermasalah pada sitasi, parafrasa, gambar, dan daftar pustaka, lalu jelaskan alasan perbaikannya.

Rujukan Utama

Howell & Prevenier (2001)
Lohanda (2011)
Suwignyo (2018)
UTS ↗UAS ↗
Pertemuan 15Penyusunan Karya Sejarah Sederhana Berbasis Sumber
01
Logo Untag Banyuwangi
Pengantar Ilmu Sejarah • Pertemuan 15

PENYUSUNAN KARYA SEJARAH SEDERHANA BERBASIS SUMBER

CPMK 4 • Semester I • 2 SKS • Sahru Romadloni, M.Pd.

sejarah keluargasejarah lokalproyekhistoriografisumbernarasi
02
Tujuan Pembelajaran

EMPAT TARGET BELAJAR PERTEMUAN 15

01
Menentukan topik dan masalah sejarah sederhana.
02
Menyusun sumber dan metode yang relevan.
03
Mengembangkan interpretasi dan struktur tulisan.
04
Mengomunikasikan hasil dalam bentuk tulisan dan presentasi.
03
Apersepsi
Proyek akhir mengintegrasikan seluruh materi: menentukan topik, berpikir historis, mencari sumber, melakukan kritik, menggunakan ilmu bantu, menyusun periodisasi, menulis, dan mempresentasikan hasil.
?
04
Materi Inti

MENENTUKAN TOPIK DAN MASALAH

01
Topik terjangkau
02
Sumber dapat diakses
03
Ubah judul menjadi pertanyaan
04
Tentukan ruang lingkup
05
Pastikan dapat diselesaikan
Sejarah keluarga atau sejarah lokal cocok sebagai latihan karena sumber lebih mudah dijangkau.
05
Materi Inti

MEMBANGUN ARGUMEN DARI SUMBER

01
Informasi
02
Verifikasi
03
Fakta
04
Interpretasi
05
Argumen
06
Narasi
Jika sumber bertentangan, penulis harus menjelaskan perbedaan dan alasan interpretasinya.
06
Materi Inti

MENULIS & MENGOMUNIKASIKAN

01
Pendahuluan
02
Konteks
03
Pembahasan kronologis/tematik
04
Analisis
05
Kesimpulan
06
Daftar pustaka
07
Visual ber-caption dan bersumber
Produk digital boleh digunakan, tetapi substansi dan keterlacakan sumber tetap prioritas.
07
Contoh / Ilustrasi

MEMBAWA KONSEP KE CONTOH KONKRET

Proyek “Sejarah Usaha Keluarga 1985–2025” dapat menggunakan wawancara generasi pendiri, foto toko, nota lama, izin usaha, perubahan lokasi, dan konteks ekonomi lokal.

08
Studi Kasus

UJI CARA BERPIKIR HISTORIS

!

Kasus

Kelompok memiliki cerita menarik tetapi hanya satu narasumber dan tidak menemukan dokumen pendukung. Haruskah proyek tetap dilanjutkan? Susun strategi perbaikan.

Diskusikan berdasarkan konsep dan evidensi, bukan hanya pendapat.
09
Aktivitas Mahasiswa

BELAJAR MELALUI PRAKTIK

01
Klinik topik dan masalah.
02
Peer review daftar sumber.
03
Presentasi draft narasi dan revisi.
10
Rangkuman

IDE YANG HARUS DIBAWA PULANG

01Karya sejarah sederhana harus memiliki masalah, sumber, metode, dan argumentasi.
02Sejarah keluarga/lokal cocok sebagai latihan integratif.
03Konflik sumber harus dibahas transparan.
04Produk digital tetap harus menjaga akurasi dan atribusi.
11
Refleksi & Quiz Formatif

CEK PEMAHAMAN DAN REFLEKSI

Refleksi

• Apa batas klaim yang boleh dibuat dari sumber yang tersedia?

• Bagaimana mengubah sejarah keluarga menjadi tulisan yang memiliki relevansi lebih luas?

Quiz

  1. Apa ciri topik yang layak?
  2. Mengapa masalah penelitian diperlukan?
  3. Bagaimana menangani sumber bertentangan?
  4. Apa struktur tulisan sederhana?
  5. Apa prinsip produk digital sejarah?
12
Tugas & Rujukan

LANJUTKAN PEMBELAJARAN

Tugas Pertemuan 15

Project-Based Learning: susun karya sejarah sederhana 2.500–3.500 kata berbasis minimal lima sumber yang dapat diverifikasi, dilengkapi presentasi dan refleksi proses penelitian.

Rujukan Utama

Kuntowijoyo (2013)
Lohanda (2011)
Howell & Prevenier (2001)
Widiadi, Sheehan, & Shep (2022)
1 / 12